Prinsip Cedera, Penyebab, Pencegahan dan Perawatan Cedera
Prinsip Cedera, Penyebab,Pencegahan
dan Perawatan Cedera
A. Cedera
Cedera sering dialami oleh seorang
atlit, seperti cedera goresan, robek pada ligamen, atau patah tulang karena
terjatuh. Cedera tersebut biasanya memerlukan pertolongan yang
profesional dengan segera. Cedera merupakan suatu ketika dimana telah terjadi
gangguan pada sistem tubuh, yang di sebabkan oleh benturan ataupun kecelakaan
kecil akibat aktifitas olahraga. Cedera juga dapat di artikan sesuatu kerusakan
pada struktur atau fungsi tubuh karena suatu paksaan atau tekanan fisik maupun
kimiawi.
Macam-macam cedera :
- Luka bakar adalah cedera yang
diakibatkan oleh sesuatu yang panas.
- Patah tulang atau fraktur, cedera
pada tulang.
- Luka pada kulit yang dapat
mengakibatkan pendarahan atau hanya lecet.
- Memar adalah pendarahan di dalam tubuh, di
kulit terlihat warna kebiruan.
Luka
fisik serius adalah luka pada tubuh (fisik) yang
dapat berakibat kematian pada korban.
B. Penyebab
terjadinya cedera pada olahraga
Beberapa
faktor penting yang ada perlu diperhatikan sebagai penyebab cedara olahraga.
1.
Faktor olahragawan/olahragawati
a.
Umur
Faktor
umur sangat menentukan karena mempengaruhi kekuatan serta kekenyalan jaringan.
Misalnya pada umur 30-40 tahun raluman kekuatan otot akan relative menurun.
Elastisitas tendon dan ligament menurun pada usia 30 tahun. Kegiatan-kegiatan
fisik mencapai puncaknya pada usia 20-40 tahun.
b.
Faktor pribadi
Kematangan
(motoritas) seorang olahraga akan lebih mudah dan lebih sering mengalami cedera
dibandingkan dengan olahragawan yang sudah berpengalaman.
c.
Pengalaman
Bagi
atlit yang baru terjun akan lebih mudah terkena cedera dibandingkan dengan
olahragawan atau atlit yang sudah berpengalaman.
d.
Tingkat latihan
Betapa
penting peran latihan yaitu pemberian awal dasar latihan fisik untuk
menghindari terjadinya cedera, namun sebaliknya latihan yang terlalu berlebihan
bias mengakibatkan cedera karena “over use”.
e.
Teknik
Perlu
diciptakan teknik yang benar untuk menghindari cedera. Dalam melakukan teknik
yang salah maka akan menyebabkan cedera.
f.
Kemampuan awal (warming up)
Kecenderungan
tinggi apabila tidak dilakukan dengan pemanasan, sehingga terhindar dari cedera
yang tidak di inginkan. Misalnya : terjadi sprain, strain ataupun rupture
tendon dan lain-lain.
g.
Recovery period
Memberi
waktu istirahat pada organ-organ tubuh termasuk sistem musculoskeletal setelah
dipergunakan untuk bermain perlu untuk recovery (pulih awal) dimana kondisi
organ-organ itu menjadi prima lagi, dengan demikaian kemungkinan terjadinya
cedera bisa dihindari.
h.
Kondisi tubuh yang “fit”
Kondisi
yang kurang sehat sebaiknya jangan dipaksakan untuk berolahrag, karena kondisi
semua jaringan dipengaruhi sehingga mempercepat atau mempermudah terjadinya
cedera.
i.
Keseimbangan Nutrisi
Keseimbangan
nutrisi baik berupa kalori, cairan, vitamin yang cukup untuk kebutuhan tubuh
yang sehat.
Hal-hal lain yang dapat menyebabkan cedera :
1.
Hal-hal yang umum
Tidur
untuk istirahat yang cukup, hindari minuman beralkohol, rokok dan yang lain.
2.
Peralatan dan Fasilitas
Peralatan
: bila kurang atau tidak memadai, design yang jelek dan kurang baik akan mudah terjadinya cedera.
Fasilitas
: kemungkinan alat-alat proteksi badan, jenis olahraga yang bersifat body
contack, serta jenis olahraga yang khusus.
3.
Faktor karakter dari pada olahraga tersebut
Masing-masing
cabang olahrag mempunyai tujuan tertentu. Missal olahraga yang kompetitif
biasanya mengundang cedera olahraga dan sebagainya, ini semua harus diketahui
sebelumnya.
C. Pencegahan
Mencegah
lebih baik daripada mengobati, hal ini tetap merupakan kaidah yang harus
dipegang teguh. Pencegan merupakan suatu upaya yang dilakukan seseorang untuk
menghambat sesuatu hal yang akan terjadi, pencegahan juga bisa diartikan
sebagai penanggulangan atau tindakan yang dilakukan agar hal yang tidak diingin
kan tidak terjadi atau mengurangi dampak sesuatu hal yang tidak diinginkann
terjadi.
Banyak
cara pencegahan tampaknya biasa-biasa saja, tetapi masing-masing tetaplah
memiliki kekhususan yang perlu diperhatikan.
1.
Pencegahan lewat keterampilan
Pencegahan
lewat keterampilan mempunyai andil yang besar dalam pencegahan cedera itu telah
terbukti, karena penyiapan atlit dan resikonya harus dipikirkan lebih awal.
2.
Pencegahan lewat Fitness
Fitness
secara terus menerus mampu mencegah cedera pada atlit baik cedera otot, sendi
dan tendo, serta mampu bertahan untuk pertandingan lebih lama tanpa kelelahan. Sebagai contoh :
a.
Strength
Otot
lebih kuat jika dilatih, beban waktu latihan yang cukup sesuai nomor yang
diinginkan untuk. Untuk latihan sifatnya individual, otot yang dilatih
benar-benar tidak mudah cedera.
b.
Daya tahan
Daya
tahan meliputi endurance otot, paru dan jantung. Daya tahan yang baik berarti
tidak cepat lelah, karena kelelahan mengundang cedera.
3.
Pencegahan lewat makanan
Nutrisi
yang baik akan mempunyai andil mencegah cedera karena memperbaiki proses
pemulihan kesegaran diantara latihan-latihan. Makan harus memenuhi tuntutan
gizi yang dibutuhkan atlit sehubungan dengan latihannya. Atlit harus
makan-makanan yang mudah dicerna dan yang berenergi tinggi kira-kira 2,5 jam
sebelum latihan atau pertandingan.
4.
Pencegahan lewat lingkungan
Banyak
terjadi bahwa cedera karena lingkungan. Seorang atlit jatuh karena tersandung
sesuatu (tas, peralatan yang tidak ditaruh secara baik) dan cedera. Harusnya
memperhatikan peralatan dan barang ditaruh secara benar agar tidak
membahayakan.
5. Pencegahan lewat peralatan
Peralatan
yang standart punya peranan penting dalam mencegah cedera. Kerusakan alat
sering menjadi penyebab cedera pula, contoh yang sederhan seperti sepatu.
Sepatu adalah salah satu bagian peralatan dalam berolahraga yang mendapat
banyak perhatian para ahli. Masing-masing cabang olahraga umumnya mempunyai
model sepatu dengan cirinya sendiri
6. pencegahan lewat medan atau track
Medan
dalam menggunakan latihan atau pertandingan mungkin dari alam, buatan atau
sintetik, keduanya menimbulkan masalah. Alam dapat selalu berubah-ubah karena
iklim, sedang sintetik yang telah banyak dipakai juga dapat rusak. Yang
terpenting atlit mampu menghalau dan mengantisipasi hal-hal penyebab cedera.
7.
Pencegahan lewat pakaian
Pakaian
sangat tergantung selera tetapi haruslah dipilih dengan benar, seperti kaos,
celana, kaos kaki, perlu mendapat perhatian. Misalnya celana jika terlalu ketat
dan tidak elastis maka dalam melakukan gerakan juga tidak bebas. Khususnya
atletik, sehingga menyebabkan lecet-lecet pada daerah selakangan dan bahkan
akan mempengaruhi penampilan atlit.
8.
Pencegahan lewat pertolongan
Setiap
cedera memberi tiap kemungkinan untuk cedera lagi yang sama atau yang lebih
berat lagi. Masalahnya ada kelemahan otot yang berakibat kurang stabil atau
kelainan anatomi, ketidakstabilan tersebut penyebab cedera berikutnya. Dengan
demikian dalam menangani atau pemberian pertolongan harus kondisi benar dan
rehabilitasi yang tepat pula.
9.
Implikasi terhadap pelatih
Sikap
tanggung jawab dan sportifitas dari pelatih, official, tenaga kesehatan dan
atlitnya sendiri secara bersama-sama. Yakinkan bahwa atlitnya memang siap untuk
tampil, bila tidak janganlah mencoba-coba untuk ditampilkan dari pada
mengundang permasalahan. Sebagai pelatih juga perlu memikirkan masa depan atlit
merupakan faktor yang lebih penting.
D.
Perawatan
Perawatan merupakan
suatu tindakan seseorang terhadap orang lain disaat orang tersebut tersebut
mengalami problem terhadap kesehatan, kejiwaan, mental. Perawatan juga dapat di
artikan sebagai tindakan yang diambil seseorang untuk menolong orang lain dalam
keadaan darurat sebelum di tangani lebih lanjut oleh dokter. Dalam melakukan
perawatan dan pengobatan cedera olahraga terlebih dahulu mengetahui dan apa yang
harus dikerjakan. Terdapat pendarahan tidak, fraktur tulang (patah tulang) dan
sebagainya, atau mungkin terjadi kerusakan pembuluh darah kecil atau besar
(pendarahan dibawah kulit) di daerah itu. Bila ini terjadi akan ada warna ungu,
nyeri dan bengkak
Komentar
Posting Komentar